Dinas Pendidikan Kota Pontianak - Artikel: Guru
3.png
EDARAN PEMANAFAATAN TIK DALAM PR... 300
Undangan Workshop Bank Soal 2019 84
Pengajuan SKTP Semester 2 2019 837
Persiapan Pelaksanaan PPG dalam ... 682
Upacara Hari Pramuka 530
Undangan Peserta Karang Pamitra ... 637
Juknis PPDB 2019 760
Undangan Peserta KTI Tahun 2019 1550
Pedoman Penetapan Peserta Sertif... 48013
PPDB 2014 Informasi SMA 19323
PPDB 2014 Informasi SMP 19149
Panduan Pengelolaan Data GTK dan... 17818
PPDB 2014 Juknis 17023
Verifikasi Data Guru Calon Peser... 16411
Instrumen Akreditasi PAUDNI 2014 16410
Juklak FLS2N 2016 jenjang dikdas 15758
ppdb 2015 Alur Pendaftaran 15313
Instrumen Pengajuan NIPTK 14376
Navigation
Organisasi
- STRUKTUR ORGANISASI
- VISI DAN MISI
- RENSTRA 2015-2019
- MOTTO
- 5 S
- BUDAYA KERJA
- CARA PENGADUAN
- PENGADUAN MASYARAKAT
- KODE ETIK PEGAWAI
- KONTAK BIDANG
PPDB Sistem Online 2019





Form SchoolMap 2018





Mekanisme Pengajuan NPSN NISN dan NUPTK











Last Seen Users
22.11.19
ramadhan
2 minggu
offline
08.11.19
rahmansyah
4 minggu
offline
06.11.19
dardiri
4 minggu
offline
04.11.19
Dany
5 minggu
offline
02.11.19
Rahmad
5 minggu
offline
30.10.19
zulfikar
5 minggu
offline
23.10.19
nazaruddin
6 minggu
offline
16.08.19
AhmadSa...
16 minggu
offline
14.09.18
adinata
64 minggu
offline
12.07.18
AbdulMuis
73 minggu
offline
Articles Hierarchy
Articles Home » Guru
Artikel: Guru
INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

PENDAHULUAN

Matematika sebagai ilmu dasar memiliki peranan yang sangat besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi cepat dan mudah melalui berbagai sumber dan tempat di dunia ini. Dengan demikian siswa perlu memiliki kemampuan memperoleh,  memilih dan mengolah informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berkembang dan penuh dengan persaingan. Kemampuan untuk memperoleh, memilih dan mengolah informasi membutuhkan pemikiran kritis, sistematis, logis, kreatif, dan kemauan bekerja sama yang efektif. Cara berpikir seperti ini dapat dikembangkan dengan belajar matematika, karena matematika memiliki struktur dan keterkaitan yang kuat dan jelas antar konsepnya sehingga memungkinkan siswa terampil berpikir rasional (Depdiknas, 2005). Selain itu Indonesia sebagai negara berkembang sangat membutuhkan tenaga–tenaga kreatif yang mampu memberi sumbangan bermakna kepada ilmu pengetahuan.

Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran  tidak terlepas dari kemampuan pendidik dalam melakukan pengelolaan kelas yang baik. Dalam materi pelatihan  terintegrasi diuraikan bahwa pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan yang dilakukan guru  untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan, mengembangkan hubungan yang positif yaitu hubungan antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan siswa, serta mengembangkan dan mempertahankan organisasi kelas  yang efektif. Dengan demikian kehidupan kelas sebagai kelompok mempunyai pengaruh yang sangat berarti terhadap proses pembelajaran dengan tanpa mengabaikan prinsip bahwa belajar sebagai proses individual. Masalah individual selalu akan dihadapi oleh pendidik. Setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk memiliki atau merasa dirinya berguna atau dibutuhkan. Seseorang yang gagal menemukan posisinya secara wajar dalam hubungan sosial yang saling menerima, biasanya bertingkah laku mencari perhatian orang lain secara destruktif, misalnya pamer, melawak, memperolok, membikin onar, menunjukkan sikap pertentangan pendapat, menunjukkan sikap tidak patuh. Bila secara pasif biasanya siswa menonjolkan kemalasan, tidak mau terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.  Bila masalah individual ini tidak mampu dikelola dengan baik, tentu sulit terwujudnya pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan. Aktivitas pada umumnya  yang ditunjukkan siswa berupa  respon dalam pembelajaran yang dapat diwujudkan dalam bentuk antusias dan kreativitas  selama  pembelajaran berlangsung.

Menurut B. Dierich dalam Sardiman (2004:101) http://wawan-junaidi.blogspot.com/2011/12/aktivitas-belajar-siswa.html aktivitas siswa dalam pembelajaran digolongkan antara lain sebagai berikut. (1) visual activities, yang termasuk di dalamnya misalnya membaca, memperhatikan gambar, demonstrasi. (2) Oral activities, seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya dan memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi. (3) Listening activities, sebagai contoh mendengarkan; uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato. (4) Writing activities, seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin. (5) Drawing activities, misalnya: menggambar, membuat grafik, diagram, peta. (6) Motor activities, antara lain: melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun beternak. (7) Mental activities, misalnya: menaggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, mengambil keputusan. (8) Emotional activities, misalnya: menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani,tenang, gugup.

Dari uraian di atas aktivitas siswa dalam penelitian ini, yang diamati penulis  dibatasi pada:(1)  bertanya dengan temannya, (2) bertanya pada guru, (3) memberi saran/ berdiskusi dengan teman, (4) menyampaikan pendapat, (5) interupsi, (6) mengerjakan latihan soal di papan tulis, (7) mencatat/ menggambar diagram, (8) mengerjakan soal latihan, (9) ingin menjawab pertanyaan guru.

Menurut Suryabrata (1984 ) motivasi adalah motif yang sudah menjadi aktif pada saat tertentu. Sedangkan motif adalah keadaan dalam diri seseorang individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan menurut Winskel (1987) motif adalah daya penggerak di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya tujuan.

Menurut Brown (1971) ada delapan ciri siswa yang mempunyai  motivasi belajar tinggi, yaitu : (1) tertarik pada guru artinya tidak bersikap acuh tak acuh, (2) tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan, (3)  antusias tinggi, serta mengendalikan perhatian dan energinya pada kegiatan belajar, (4)  ingin selalu bergabung suatu kelompok kelas, (5) ingin identitas diakui  orang lain, (6) tindakan dan kebiasaannya, serta moralnya selalu dalam kontrol diri, (7) selalu mengingat pelajaran dan selalu mempelajarinya kembali dirumah, dan (8) selalu terkontrol oleh lingkungan.

Dari uraian di atas motivasi belajar siswa dalam penelitian ini yang dimaksudkan  penulis adalah segala sesuatu yang menyebabkan siswa menyenangi atau menyukai pelajaran matematika.

METODE selengkapnya...

SOP
- PELAYANAN TAMU
- SURAT MASUK
- SURAT KELUAR
- KENAIKAN PANGKAT
- KENAIKAN GAJI BERKALA
- USULAN IZIN/TUGAS BELAJAR
- PENGURUSAN CUTI PNS
- FORMASI DAN BAZEETING PNS
- PELAYANAN PENERBITAN SPT
- PENGUSULAN DIKLAT
- PENGUSULAN SATYA LENCANA
- PENGUSULAN PNS TELADAN
- HUKUMAN DISIPLIN PNS
- MUTASI PNS APS
- MUTASI PNS NON APS
- STATUS CPNS KE PNS
- MUTASI SISWA MASUK
- MUTASI SISWA KELUAR
- LEGALISIR IJAZAH
- IZIN OPERASIONAL SD/SMP
- PERIJINAN LEMBAGA PNFI
Services OnClick




UNIT LAYANAN





BIDANG PNFI



INTRANET










IP Anda
IP